Beranda › Panduan › TER & PTKP
TER PP 58/2023 & PTKP — Cara Kerja Tarif Efektif Rata-Rata
Sejak Januari 2024, slip gaji Anda tidak lagi dihitung dengan cara lama yang rumit setiap bulan. Penggantinya adalah TER: satu tarif dari tabel, dikalikan bruto bulan itu. Artikel ini menjelaskan dari mana tarif itu datang, mengapa ia kadang terasa tidak adil, dan mengapa Desember tetap memakai cara lama.
Singkatnya: status PTKP menentukan kategori Anda — A (TK/0, TK/1, K/0), B (TK/2, TK/3, K/1, K/2), C (K/3). Bruto bulanan Anda menentukan lapisan di tabel kategori itu. PPh 21 bulan tersebut = tarif lapisan × seluruh bruto bulan itu. Tabel lengkapnya: Tabel TER & PTKP.
Masalah yang diselesaikan TER
Cara lama mengharuskan payroll menghitung ulang pajak tahunan yang diproyeksikan setiap bulan — lengkap dengan PTKP, biaya jabatan, dan iuran — sehingga dua karyawan bergaji sama bisa terpotong berbeda hanya karena perbedaan cara membagi. PP 58/2023 (dioperasikan lewat PMK 168/2023) mengganti 11 bulan awal dengan tabel pencarian: tarif efektif rata-rata yang sudah "merata-ratakan" semua pengurang itu ke dalam lapisannya. Karyawan dengan PTKP lebih besar masuk kategori dengan tarif lebih rendah pada bruto yang sama — perhatikan bahwa pada bruto Rp 10.000.000, tarifnya 2% (A), 1,5% (B), dan 1% (C): perbedaan kategori itulah wujud PTKP di dalam sistem TER.
Satu tarif untuk seluruh bruto — dan akibatnya
TER bukan tarif progresif berlapis seperti Pasal 17. Bila bruto Anda Rp 10.050.000 (lapisan terakhir tarif 2% kategori A), pajak Anda Rp 201.000. Bila bruto Anda Rp 10.050.001, Anda pindah ke lapisan 2,25% untuk seluruh bruto — pajak Rp 226.125. Kenaikan bruto Rp 1 menaikkan potongan Rp 25.125 di bulan itu. Ini nyata dan memang begitu bunyi tabelnya; penyeimbangnya adalah rekonsiliasi Desember, yang menghitung ulang setahun penuh dengan tarif Pasal 17 yang progresif halus. Itulah sebabnya menilai keadilan potongan dari satu bulan TER saja selalu menyesatkan — nilai dari Desembernya. Mesin di Kalkulator Gaji Bersih menampilkan lapisan persis yang Anda tempati agar "loncatan" seperti ini terlihat sebelum terjadi.
PTKP: angka tahunan di balik kategori
| Komponen | Jumlah |
|---|---|
| Wajib pajak sendiri | Rp 54.000.000 |
| Tambahan: kawin | + Rp 4.500.000 |
| Tambahan: per tanggungan (maks 3) | + Rp 4.500.000 |
| Maksimum (K/3) | Rp 72.000.000 |
PTKP tidak muncul sebagai baris pengurang pada potongan bulanan TER — ia sudah terlipat ke dalam kategori. Ia muncul lagi secara eksplisit di Desember, saat PKP dihitung dari penghasilan neto dikurangi PTKP persis. K/1, misalnya, berarti PTKP Rp 63.000.000 (54 + 4,5 + 4,5) dan kategori TER B; pasangan angka itulah yang diverifikasi mesin kami pada contoh K/1 bergaji Rp 8.000.000 di Cek PPh 21 Desember (PKP Rp 25.320.000, pajak setahun Rp 1.266.000).
Apa yang tidak dilakukan TER
TER tidak berlaku untuk: bulan Desember (Pasal 17), pesangon dan manfaat pensiun yang dibayar sekaligus (tarif final tersendiri), dan bukan pegawai / pegawai tidak tetap dengan skema harian (ada TER harian tersendiri untuk upah di atas ambang tertentu). Bila slip Anda berasal dari salah satu skema itu, angka dari tabel bulanan memang tidak akan cocok — dan ketidakcocokan itu sendiri adalah petunjuk awalnya.
Pertanyaan umum
Apakah TER mengubah jumlah pajak saya setahun?
Tidak, pada dasarnya. TER hanya mengubah cara memotong di bulan Januari–November agar lebih sederhana. Kewajiban setahun tetap dihitung dengan tarif Pasal 17, dan Desember menyeimbangkan selisihnya. Yang berubah adalah distribusi potongannya sepanjang tahun, bukan total akhirnya (di luar efek pembulatan kecil).
Status PTKP saya berubah di tengah tahun (menikah / punya anak). Apa yang terjadi?
Status PTKP untuk pemotongan umumnya ditentukan dari keadaan pada awal tahun pajak (atau awal masa kerja), dan perubahan status berlaku untuk tahun berikutnya — sedangkan kewajiban akhir di SPT Tahunan memakai status akhir tahun menurut ketentuan pelaporan. Bila kategori TER Anda terasa tidak lagi cocok, itu salah satu penyebabnya; sampaikan perubahan status ke payroll agar tahun berikutnya memakai kategori yang benar.